ACEH TIMUR – Warga Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur,
mengeluhkan kualitas beras bagi masyarakat miskin (Raskin) yang mereka
terima. Raskin di Aceh Timur yang disalurkan oleh pihak Bulog itu
dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Dikutip dari media atjehlink.com, Ketua LSM Fakta Rabono
Wiranata yang juga warga Birem Bayeun, Senin (15/09/14) mengatakan “Jika
kita cermati, beras Raskin ini sungguh tidak layak untuk dikonsumsi
karena kondisinya berabu dan berwarna kekuning-kuningan serta banyak
batunya,” ungkap dia.
Rabono menyebutkan, pihaknya menduga raskin tidak layak konsumsi yang
baru diterima warga beberapa hari lalu itu, juga telah dicampur dengan
beras menir, sebab banyak patahannya. “Kendatipun itu beras murah,
hendaknya kualitasnya tidak seperti ini,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Bulog untuk dapat melakukan
pengecekan terhadap kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kita tidak menyalahkan siapa-siapa terhadap mutu Raskin dimaksud, akan
tetapi untuk kedepannya diharapkan hal seperti ini tidak terjadi kembali
sehingga masyarakat penerima beras murah pun bisa menikmatinya dengan
baik,” pungkas Rabono.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Drive Langsa, Ucok Baniamin Siregar
SSos MM yang dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengatakan,
pihaknya siap melakukan penukaran Raskin yang dianggap masyarakat tidak
layak konsumsi. “Kita minta warga segera laporkan bila menemukan atau
mendapatkan beras raskin dengan kualitas yang dinilai kurang baik,”
demikian jelasnya singkat. (mus)
PAYA MEULIGOU
Minggu, 18 September 2016
Polisi Temukan Senjata FN Milik Anggota TNI dari Tangan Tgk Plang
Aceh Besar | Sekembali dari Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam,
Aceh Besar, pagi kemarin, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi langsung
ke RS Bhayangkara di Lamteumen, Banda Aceh untuk melihat Zalfanis alias
Tgk Plang yang diinisialkan TP (44). Tgk Plang dirawat di rumah sakit
tersebut setelah terkena tembakan polisi dalam satu drama kejar-kejaran
yang berakhir di Gampong Limpok, Selasa dini hari kemarin.
Setelah melihat kondisi Tgk Plang yang dirawat di ruang tahanan RS Bhayangkara, Kapolda Aceh bersama Pangdam IM Mayjen TNI Agus Kriswanto menggelar konferensi pers di rumah sakit tersebut sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolda memastikan sosok yang diinisialkan TP adalah anggota kelompok Din Minimi dan dia termasuk salah satu tersangka yang ikut mengeksekusi dengan cara menembak satu atau kedua anggota Kodim Aceh Utara, Serda Indra Irawan (41) dan Sertu Hendrianto (36) yang jenazah keduanya ditemukan di Dusun Batee Pila, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Selasa (24/05/2015).
Menurut Kapolda, hal ini ini sesuai pengakuan para saksi atau tersangka lainnya yang sudah duluan ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe. “Walaupun TP sendiri tak mengakui dia termasuk ikut menembak TNI, namun buktinya pistol jenis FN yang sudah kita amankan darinya, merupakan milik seorang anggota TNI yang meninggal tersebut,” kata Kapolda Aceh dibenarkan Pangdam IM.
Dikutip dari serambinews.com, selain pistol jenis FN, Kapolda juga memperlihatkan barang bukti tujuh butir peluru pistol tersebut serta tiga butir amunisi AK-47 yang senjatanya diperkirakan berhasil dilarikan tersangka satu lagi, yaitu Faisal alias Komeng yang hingga tadi malam masih diburu.
“Semua BB itu termasuk satu sepeda motor diamankan polisi dari lokasi kejadian di Limpok. Saat itu, mereka yang dulunya melakukan kriminal di kawasan Aceh Timur dan Aceh Utara, ingin bergeser ke Banda Aceh dan tercium petugas,” ungkap Kapolda Aceh.
Tersangka TP terkena tembakan di bagian kakinya dan tersangka Komeng yang diinisialkan KM kabur dengan membawa senjata AK-47, namun ada ceceran darah di lokasi dia lari, sehingga KM diperkirakan juga terkena tembakan.
Masih berdasarkan pengembangan dari tersangka kelompok Din Minimi yang sudah ditangkap, menurut Kapolda Aceh, Din Minimi yang mereka inisialkan DM juga ada di lokasi saat penembakan kedua TNI itu, namun belum diketahui apakah Din Minimi juga ikut mengeksekusi atau tidak.
Kapolda mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IM karena selama ini TNI juga terus memback-up polisi mempersempit ruang gerak kelompok kriminal ini. Kemarin, Kapolda juga mengizinkan wartawan melihat tersangka TP di ruang rawat RS Bhayangkara. Namun, Kapolda Husein Hamidi melarang wartawan mewawancarai tersangka TP yang sudah dikenakan sebo ini karena penyidik juga belum mengambil keterangan resmi darinya. Turut hadir saat konferensi pers kemarin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Nurfallah, Kabid Humas Polda Aceh AKBP Saladin, dan beberapa pejabat utama Kodam IM.
Setelah melihat kondisi Tgk Plang yang dirawat di ruang tahanan RS Bhayangkara, Kapolda Aceh bersama Pangdam IM Mayjen TNI Agus Kriswanto menggelar konferensi pers di rumah sakit tersebut sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolda memastikan sosok yang diinisialkan TP adalah anggota kelompok Din Minimi dan dia termasuk salah satu tersangka yang ikut mengeksekusi dengan cara menembak satu atau kedua anggota Kodim Aceh Utara, Serda Indra Irawan (41) dan Sertu Hendrianto (36) yang jenazah keduanya ditemukan di Dusun Batee Pila, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Selasa (24/05/2015).
Menurut Kapolda, hal ini ini sesuai pengakuan para saksi atau tersangka lainnya yang sudah duluan ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe. “Walaupun TP sendiri tak mengakui dia termasuk ikut menembak TNI, namun buktinya pistol jenis FN yang sudah kita amankan darinya, merupakan milik seorang anggota TNI yang meninggal tersebut,” kata Kapolda Aceh dibenarkan Pangdam IM.
Dikutip dari serambinews.com, selain pistol jenis FN, Kapolda juga memperlihatkan barang bukti tujuh butir peluru pistol tersebut serta tiga butir amunisi AK-47 yang senjatanya diperkirakan berhasil dilarikan tersangka satu lagi, yaitu Faisal alias Komeng yang hingga tadi malam masih diburu.
“Semua BB itu termasuk satu sepeda motor diamankan polisi dari lokasi kejadian di Limpok. Saat itu, mereka yang dulunya melakukan kriminal di kawasan Aceh Timur dan Aceh Utara, ingin bergeser ke Banda Aceh dan tercium petugas,” ungkap Kapolda Aceh.
Tersangka TP terkena tembakan di bagian kakinya dan tersangka Komeng yang diinisialkan KM kabur dengan membawa senjata AK-47, namun ada ceceran darah di lokasi dia lari, sehingga KM diperkirakan juga terkena tembakan.
Masih berdasarkan pengembangan dari tersangka kelompok Din Minimi yang sudah ditangkap, menurut Kapolda Aceh, Din Minimi yang mereka inisialkan DM juga ada di lokasi saat penembakan kedua TNI itu, namun belum diketahui apakah Din Minimi juga ikut mengeksekusi atau tidak.
Kapolda mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IM karena selama ini TNI juga terus memback-up polisi mempersempit ruang gerak kelompok kriminal ini. Kemarin, Kapolda juga mengizinkan wartawan melihat tersangka TP di ruang rawat RS Bhayangkara. Namun, Kapolda Husein Hamidi melarang wartawan mewawancarai tersangka TP yang sudah dikenakan sebo ini karena penyidik juga belum mengambil keterangan resmi darinya. Turut hadir saat konferensi pers kemarin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Nurfallah, Kabid Humas Polda Aceh AKBP Saladin, dan beberapa pejabat utama Kodam IM.
Mualem Jumpai Ketua DPP Partai Hanura di Jakarta, Ada Apa?
– Jakarta | Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau
yang kerap disapa Mualem, Minggu malam 25 Oktober 2015 berkunjung
menemui Amir Faisal salah seorang tokoh Aceh di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung di The Atjeh Connection Resto and Coffee itu, membahas sejumlah permasalahan di Aceh terutama terkait kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan.
Kepada awak media, Amir Faisal mengatakan, dalam membangun Aceh harus diprioritaskan pada tiga hal, yaitu pendidikan. kesehatan dan kesejahteraan.
Ketua DPP Partai Hanura ini juga berharap Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dapat kembali akur untuk membangun Aceh. “Sudah saya sampaikan kepada Mualem untuk dapat kembali bersatu dengan Gubernur, karena ini demi membangun Aceh yang lebih baik,” sebut putra kelahiran Pidie ini.
Sementara itu, Mualem yang ditanyakan mengenai kunjungan itu menjawab, “Bang Amir ini sudah seperti abang sekaligus sahabat saya. Kita sudah sering silaturrahmi,” sebut orang nomor dua di Aceh ini.
Ketika ditanyai, apakah pertemuan tersebut membahas isu penjaringan calon Wakil Gubernur Aceh. Keduanya enggan menjawab dan hanya saling melempar senyum. (Fakhrul Radhi)
Pertemuan yang berlangsung di The Atjeh Connection Resto and Coffee itu, membahas sejumlah permasalahan di Aceh terutama terkait kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan.
Kepada awak media, Amir Faisal mengatakan, dalam membangun Aceh harus diprioritaskan pada tiga hal, yaitu pendidikan. kesehatan dan kesejahteraan.
Ketua DPP Partai Hanura ini juga berharap Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dapat kembali akur untuk membangun Aceh. “Sudah saya sampaikan kepada Mualem untuk dapat kembali bersatu dengan Gubernur, karena ini demi membangun Aceh yang lebih baik,” sebut putra kelahiran Pidie ini.
Sementara itu, Mualem yang ditanyakan mengenai kunjungan itu menjawab, “Bang Amir ini sudah seperti abang sekaligus sahabat saya. Kita sudah sering silaturrahmi,” sebut orang nomor dua di Aceh ini.
Ketika ditanyai, apakah pertemuan tersebut membahas isu penjaringan calon Wakil Gubernur Aceh. Keduanya enggan menjawab dan hanya saling melempar senyum. (Fakhrul Radhi)
Langganan:
Postingan (Atom)